- Written by Yodhia Antariksa
- Posted December 19, 2011 at 12:00 am
Dua
minggu lagi, tahun ini segera akan berakhir. Bagaimana kira-kira pencapaian
target profit dan penjualan yang telah ditetapkan oleh kantor Anda? Jawaban
atas pertanyaan ini penting, sebab biasanya akan amat menentukan jawaban
pertanyaan berikutnya : jadi, berapa kira-kira bonus akhir tahun yang akan
sampeyan terima?
Bonus. Ah, sebuah kata yang pendek
namun amat dinanti oleh para pekerja yang selama 12 bulan penuh telah
berjibaku, memberikan karya terbaik untuk perusahaan. Setelah keringat
dicucurkan dan segenap energi dibentangkan, wajar dong jika pihak manajemen
memberikan imbalan balik yang layak berupa bonus yang gede.
Sejatinya, bonus memang merupakan
salah satu siasat keren untuk mempertahankan talenta-talenta terbaik. Bonus
juga salah satu mekanisme untuk melakukan profit sharing yang telah diraih oleh
perusahaan. Bonus adalah kata sakti yang akan membuat kalimat “our best asset
is our great employee” menemukan arti yang paling sesungguhnya (dan bukan
sekedar lips service belaka).
Di pagi bulan Desember yang ceria
ini, mari kita sejenak menghitung-hitung berapa bonus yang layak Anda terima.
Cara yang paling lazim digunakan
untuk membagikan bonus adalah dengan mengalokasikan persentase tertentu dari
net profit untuk bonus karyawan. Berapa persentase yang layak? Tak ada angka
pasti disini. Biasanya perusahaan mengalokasikan angka 10 % dari net profit
untuk bonus karyawannya; meskipun banyak yang membagikan bonus hanya 5 % dari
net profit (alasannya : kan yang punya perusahaan saya, jadi bonusnya ya
terserah saya dong. Masih mending di-kasih. Doh).
Saya kira, 10% (dari net profit)
adalah angka minimal yang sebaiknya dibagikan sebagai bonus. Contoh : ada salah
satu perusahaan di bidang finance yang tahun lalu mendapatkan net profit 500
milyar, dan kemudian mengambil kebijakan membagi 10 %-nya (atau 50 milyar)
kepada para karyawannya. Setelah dihitung-hitung, jadinya setiap karyawan
rata-rata mendapatkan bonus 5 kali gaji (lumayan banget).
Metode persentase akan bagus kalau
memang kantor tempat Anda bekerja memiliki skala yang cukup besar, sehingga
mampu menghasilkan net profit yang besar pula (katakanlah minimal 100
milyar/tahun). Kalau perusahaannya kecil (sudah begitu, karyawannya banyak),
dan net profit hanya Rp 10 milyar, maka kue yang akan dibagi sebagai bonus
tentu akan makin kecil (dan dibagi oleh banyak karyawan pula).
Pada sisi lain, ada juga beberapa
perusahaan yang sangat agresif dalam memberikan bonus. Ini disebabkan mereka
menggunakan strategi : gaji standar-standar saja, tapi bonus sangat besar.
Dengan kata lain, rata-rata gaji yang diberikan perusahaan tidaklah begitu
legit, dan kemudian hal ini dikompensasikan dengan pembagian bonus yang
fantastis.
Contohnya : ada dua klien saya yang
menerapkan strategi diatas. Gaji rata-rata manajer mereka mungkin hanya 12
jutaan/bulan (ndak begitu tinggi untuk ukuran manajer). Namun di akhir tahun,
biasanya mereka memberikan bonus hingga 10 kali gaji (bujubuneng).
Jadi minggu depan, para manajer itu
akan menerima bonus cash senilai 120 juta-an (dan kemudian ramai-ramai bisa
langsung cabut ke Singapore atau Hongkong untuk merayakan tahun baru. Busyet
dah. Mereka bilang : Hey, kami cuman menerapkan slogan : Work Hard. Play Hard).
Pada prakteknya tidak banyak kisah
manis seperti diatas. Sebagian besar perusahaan mungkin hanya memberikan 2,5%
dari net profit untuk bonus karyawan, bahkan banyak yang tidak memberikan sama
sekali (hadoh).
Saya sendiri agak heran melihat
banyak perusahaan yang demikian pelit dalam membagikan bonus. Sebab sekali
lagi, bonus adalah kata sakti yang akan membuat kalimat “sinergi dan kebersamaan”
mendapatkan makna yang sejati.
Tanpa pembagian bonus yang memadai
(sebagai tanda profit sharing yang tulus), maka kata-kata seperti “together we
grow our business” atau “we are the best” dan blah-blah lainnya, hanya akan
menjadi slogan yang full of bullshit. Slogan manis itu hanya akan menjadi
propaganda yang “penuh kepalsuan” – yang hanya akan membikin pemilik bisnis
makin kaya, sementara para karyawannya tetap terlunta dalam kenestapaan.
Namun, jangan bersedih teman. Hidup
harus terus dilanjutkan dengan penuh optimisme. Mari kita bersulang kopi
hangat untuk merayakan kenestapaan ini.
Photo
credit by : Tomasito @flickr.com
- See more at:
http://strategimanajemen.net/2011/12/19/berapa-besar-bonus-akhir-tahun-yang-akan-anda-terima-kali-ini/#sthash.AG1Mmpel.dpuf