Pages

Tuesday, July 15, 2014

15 Aktivitas Yang Membuat Anda Pekerja Sukses


Bekerja memang kewajiban bagi diri kita untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup. Tapi bagaimana bekerja bukan hanya menjadi sebuah rutinitas membosankan, melelahkan dan tidak menghasilkan lebih itulah yang harus banyak dicari. Banyak orang sukses yang melalukan hal sederhana untuk dapat bekerja dan menjadi seorang yang sukses dari pekerjaannya. Nah, berikut ini adalah 15 aktifitas yang biasa dikerjakan oleh orang – orang sukses.

1. Sarapan pagi

Begitu pentingnya sebuah asupan di awal hari sebelum berkegiatan. Sudah banyak yang meneliti dan berkata bahwa sarapan pagi sangat penting bagi setiap orang sebelum beraktifitas seharian. Begitupun yang banyak dilakukan dan seharusnya dilakukan oleh para enterpreneur atau pebisnis. Sebelum memulai setumpuk pekerjaan di kantor, mereka harus memiliki bahan bakar untuk proses metabolisme tubuh mereka. Salah satunya yaitu melalui sarapan, bahkan jika hanya selembar roti dan secangkir kopi hangat.

2. Merencanakan hari Anda

Siapapun yang ingin sukses memulai dan menjalani hari – harinya harus tahu apa yang akan dan harus ia lakukan hari itu. Mereka harus memiliki rencana yang akan akan dilakukan selama seharian penuh. Mulai dari to do list tugas hingga acara santai haruslah direncanakan dengan baik. Ini akan membantu para pebisnis untuk dapat bekerja maksimal dan menggunakan waktu dengan optimal. Buatlah sebuah jurnal harian untuk menuliskan apa yang akan dan harus dilakukan hari itu juga.

3. Jangan terburu – buru memeriksa email

Di waktu pagi hari dan saat ponsel Anda berbunyi yang menandakan adanya email yang masuk, janganlah terburu – buru untuk membuka email tersebut. Biarkan diri Anda untuk mempersiapkan fisik dan fikiran Anda dengan lebih baik. Anda bisa mulai dengan membaca surat kabar atau majalah yang akan memberikan fikiran Anda asupan yang santai. Cobalah untuk menunggu sampai pukul 09.00 sampai dengan pukul 10.00 untuk memeriksa email, setelah Anda menyelesaikan setidaknya satu dari banyak agenda penting Anda. Jika Anda memiliki sebuah pekerjaan penting, cobalah untuk tidak memeriksa email lebih dari 3 kali sehari.

4. Ingat tujuan Anda

Ambil beberapa saat dalam setiap waktu kerja Anda untuk mengingatkan diri apa tujuan Anda dan perusahaan Anda. Anda perlu memikirkan tentang pelanggan potensial dan area mana saja yang paling menguntungkan bagi bisnis Anda. Ini penting dilakukan, karena tidak jarang banyak pebisnis yang terjebak dalam rutinitas harian yang melelahkan, sehingga tidak punya waktu untuk memikirkan hal yang seperti ini.

5. Single task

Sekalipun Anda dikaruniai kemampuan untuk memimpin perusahaan, tapi itu bukan berarti Anda harus dan terus melakukan banyak pekerjaan secara bersamaan. Kita hidup di dunia yang menguji kemampuan setiap pribadi untuk melakukan multitasking dalam aktifitasnya. Sayangnya, ketika kita mengerjakan terlalu banyak dalam satu waktu, itu akan mengganggu fungsi utama dari diri Anda sendiri. Sehingga untuk menjadi produktif dan efektif, sebaiknya kita memprioritaskan pekerjaan.

6. Visualisasikan

Beranikah Anda untuk melakukan hal ini? Dalam satu waktu saat Anda bekerja, Anda menutup mata sejenak dan membayangkan bagaimana kesuksesan Anda kedepannya. Bayangkan bagaimana Anda mencapai tujuan Anda itu. Visualisasi adalah alat yang ampuh dan dapat membantu mencapai aspirasi di dalam pikiran Anda sendiri. Ini juga kana memudahkan Anda untuk memasukkan gambar apa yang ingin Anda capai, seperti saat Anda berfikir untuk berlibur ke luar negeri, Anda tidak segan untuk mempajang foto tersebut di meja kerja Anda.

7. Berani berkata “Tidak”

Seorang pengusaha atau pebisnis seperti Anda tentu akan ditimpa tekanan yang besar baik dari tugas ataupun hal lainnya. Anda juga akan ditantang untuk menerima setiap kesempatan yang datang kepada Anda. Namun ternyata tidak semua kesempatan harus Anda ambil dan Anda lakukan, karena tidak semua kesempatan yang datang akan menguntungkan bisnis Anda. Waktu adalah hal yang paling berharga, sehingga Anda harus selektif dalam memilih kesempatan mana yang harus dan akan Anda lakukan.

8. Menghargai setiap waktu yang dimiliki

Waktu adalah uang. Begitulah banyak orang mengatakan dan mengartikan sebuah waktu dalam pekerjaannya. Ini memang tidak salah, karena setiap orang yang menyia – nyiakan waktunya tentu akan kehilangan sedikit dari keuntungan yang seharusnya menjadi miliknya. Dan setiap pengusaha diharapkan untuk mampu menghargai waktu yang dimilikinya, sekalipun hanya sedikit.

9. Delegasi

Saat baru memulai mendirikan sebuah bisnis, menghemat modal adalah hal yang penting dilakukan. Hampir semua pekerjaan akan dilakukannya sendiri, tujuannya untuk lebih mengerti bisnis dan menghemat biaya menyewa orang. Tapi saat bisnis tersebut mulai berkembang bukan tidak mungkin kita akan kewalahan mengatur setiap proses bisnis yang ada. Itu artinya sebuah bisnis sudah harus mempekerjakan seseorang untuk membantunya.

10. Lebih banyak mendengar

Menjadi seorang atasan dalam sebuah bisnis, Anda dituntut untuk dapat menyediakan apapun yang dibutuhkan karyawan hingga pelanggan Anda. Sedangkan diri Anda juga butuh untuk memenuhi apa yang Anda butuhkan. Itu sebabnya, seorang pebisnis harus mampu menjadi pendengar yang baik untuk kemajuan bisnisnya. Mereka harus mau mendengar apa keluhan karyawan dan juga pelanggan. Mereka harus mau mendengar masukan dan kritikan dari banyak pihak. Mengevaluasi dan mengeksekusi kemudian yang harus dilakukannya.

11. Selalu bersyukur

Tidak ada kata puas dalam diri manusia, terlebih jika berhubungan dengan apa yang akan didapatkannya. Ini juga berlaku bagi setiap pengusaha, karena saat apa yang sudah ia dapatkan akan terus ia usahakan lebih baik dari yang sebelumnya. Namun yang paling penting dari kerja keras itu adalah selalu bersyukur kepada Sang Maha Pemberi. Bersyukur tidak akan mengurangi setiap nikmat yang kita dapatkan, tetapi akan semakin menambah lebih banyak dan lebih baik. Inilah yang seharusnya dilakukan oleh semua orang, bukan hanya pengusaha.

12. Berdiri dan sedikit bergerak

Apakah Anda tahu jika duduk terlalu lama akan memberikan efek buruk bagi tubuh Anda? Dokterpun menyarankan untuk mengimbangi duduk saat bekerja dengan aktifitas lain yang mengharuskan kita bergerak. Studi menunjukkan bahwa duduk terlalu lama akan menimbulkan banyak resiko penyakit bagi tubuh, seperti jantung, kecacatan, gagal ginjal, dibetes, berbagai jenis kanker dan juga obesitas. Tidak peduli saat Anda akan bekerja dari pagi hingga larut malam, tapi sebaiknya Anda juga mengambil beberapa menit untuk berdiri dan mengambil aktifivitas istirahat setiap jam atau lebih. Karena ini baik untuk tubuh dan pikiran Anda.

13. Relaksasi

Banyak orang yang meremehkan bagaimana cara mereka bernafas. Setiap jam atau lebih cobalah untuk berdiri dari tempat duduk Anda, melakukan sedikit peregangan dan mengambil sedikit nafas panjang. Sekalipun istirahat dengan cepat tapi ini akan membantu meningkatkan oksigen yang Anda butuhkan. Sehingga akan lebih memudahkan Anda mengerjakan pekerjaan lainnya.

14. Mengambil istirahat makan siang

Selain sarapan, asupan saat makan siang perlu untuk Anda lakukan. Ketika Anda mampu bekerja dengan maksimal di waktu yang sedikit, Anda seharusnya juga memiliki waktu untuk diri Anda sendiri, salah satunya yaitu saat istirahat makan siang. Cobalah untuk benar – benar meninggalkan pekerjaan Anda dan mengambil istirahat makan siang yang memang benar – benar Anda butuhkan.

15. Merapikan kondisi sekitar

Rasa jenuh bisa datang dari manapun dan apapun. Bukan hanya dari pekerjaan yang menumpuk dan target yang memaksa Anda bekerja lebih keras. Namun kejenuhan saat bekerja juga bisa muncul dari kondisi sekitar Anda, seperti meja kerja Anda. Nah, jika sudah begini perlu kiranya Anda untuk melakukan redesign terhadap meja kerja Anda. Mencari suasana baru yang memberikan Anda semangat lebih untuk bekerja.
Selamat mencoba :)
http://mediabisnisonline.com/15-aktivitas-yang-membuat-anda-menjadi-pekerja-sukses/

THR, Waktu, dan Uang

(Asal mula pembagian THR) 

Soekiman Wirjosandjojo
Soeharto dalam suatu kesempatan pernah mengatakan kalau korupsi itu persoalan ekonomi. Artinya tingkat penghasilan seseorang menjadi faktor pemicu apakah dia berpotensi korupsi atau tidak. Semakin rendah penghasilan, semakin tinggi potensi melakukan korupsi. Pernyataan Soeharto bahwa penyebab korupsi itu adalah faktor ekonomi dikemukakan saat mengomentari kasus megakorupsi Pertamina yang menyeret keterlibatan direkturnya, Ibnu Sutowo.
Memang uang bukan segala-galanya kendati banyak orang bilang segala-galanya butuh uang. Segala-galanya butuh uang sampai banyak orang menempuh segala cara untuk mendapat uang. Itulah hukum besi kehidupan bila terlalu keseringan mengikuti musik keroncong yang mengalun dari dalam lambung. Memang kenyataan selalu kejam, tergantung bagaimana kita menyikapi kekejaman itu.
Ngomong-ngomong soal sikap-menyikapi apakah benar apa yang dikatakan oleh Soeharto itu? Apakah benar orang yang tinggi penghasilannya, yang secara ekonomi mapan, mampu mengendalikan diri untuk tidak menempuh segala jalan meraih kekayaan? Tentu saja jawabannya tidak. Karena perkara ngentit duit itu bukan soal kaya atau miskin tapi soal mentalitas. Kurang besar bagaimana gaji Gayus Tambunan, Rp12 juta per bulan, usia masih 30-an tahun, menghidupi keluarga kecil
Belum lagi kasus Nazaruddin tuntas, datang lagi berita pada 25 Agustus 2011 mengenai ditangkapnya tiga pejabat Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang ketahuan menerima fee atas pencairan dana APBN. Istilah fee biasanya digunakan dalam soal-soal yang lebih beradab, misalnya untuk membayar honor penulis, membayar honor desainer atau pekerjaan profesional dan kreatif lainnya, bukan untuk urusan korup-mengkorup apalagi sogok-menyogok.
Padahal bisa jadi uang fee yang baru saja diterima di dalam kardus durian monthong itu untuk dibagi-bagi sekadar THR (Tunjangan Hari Raya) kepada sanak keluarga atau kolega sekerja lainnya. Atau jangan-jangan riwayat munculnya THR, yang juga kontroversial itu, membawa tulah sampai sekarang? Kenapa kontroversial? Kapan istilah THR itu muncul belum bisa diketahui pasti tapi uang tunjangan yang diberikan saben akhir bulan puasa itu dimulai kali pertama pada era kabinet Soekiman Wirjosandjojo dari partai Masyumi.
Kabinet tersebut dilantik oleh Presiden Sukarno pada April 1951. Salah satu program kerja kabinet Soekiman adalah meningkatkan kesejahteraan pamong pradja (kini, Pegawai Negeri Sipil). Menurut Saiful Hakam, peneliti muda LIPI, kabinet Soekiman membayarkan tunjangan kepada pegawai di akhir bulan Ramadhan itu sebesar Rp125 (waktu itu setara dengan US$11, sekarang setara Rp1.100.000) hingga Rp200 (US$17,5, sekarang setara Rp1.750.000). “Bukan hanya itu, mula-mula kabinet ini juga memberikan tunjangan beras setiap bulannya,” kata Hakam.
Tak pelak lagi soal tunjangan itu mendapat respons negatif dari kaum buruh. Kaum buruh merasa dikentutin. Mereka yang bejibaku kerja keras memeras keringat bakal hidup anak-bini di rumah tak dapat perhatian apa pun dari pemerintah. Itu sebabnya pada 13 Februari 1952, buruh mogok, menuntut minta tunjangan dari pemerintah. Tapi bukan pemerintah Republik Indonesia namanya kalau mengikuti keinginan buruh. Tentara pun turun tangan supaya buruh tutup mulut. Bungkam.
Terus, kenapa bisa THR menjadi kebijakan kabinet Soekiman dari Masyumi itu. Bukan rahasia lagi kalau sebagian besar pamong pradja bin pegawai negeri itu terdiri dari para priayi, menak, kaum ningrat turunan raden-raden zaman kumpeni yang kebanyakan berafiliasi ke Partai Nasional Indonesia (PNI). Dus, ceritanya Soekiman mau ambil hati pegawai dengan memberikan mereka tunjangan di akhir bulan puasa dengan harapan mereka mendukung kabinet yang dipimpinnya. Masuk di akal juga kalau para pegawai itu, yang katanya gajinya kecil itu, dapat sedikit dana tambahan buat menghadapi lebaran. Nah, sejak itulah THR jadi anggaran rutin di pemerintahan bahkan sekarang kalau ada perusahaan yang mangkir tak bayar THR karyawannya bisa kena tegur pemerintah, bahkan kena pinalti.
Kalau mau dibilang wajar, ya wajar juga pegawai yang bergaji kecil itu dapat tunjangan hari raya. Apalagi kalau kaum buruh juga kecipratan tunjangan. Yang tidak wajar itu adalah memasukan uang ke dalam kardus duren. Seperti kata orangtua kita, meletakan sesuatu itu harus pada tempatnya. Uang di kardus duren, sudah jelas salah tempat. Sama salahnya memakai kolor pergi ke mesjid atau bawa raket tenis buat berenang di kolam. 
Memang perkara uang selalu bikin runyam. Tak dulu tidak sekarang. Bedanya kalau pemimpin zaman dulu masih agak tebal imannya. Haji Agus Salim cuek saja memakai kemeja tambalan padahal dia Menteri Muda Luar Negeri. Dr Leimena cuma punya dua potong kemeja sementara Bung Hatta tak pernah mampu beli sepatu merk Bally sampai akhir hayatnya. Malah bisa jadi mereka tak pernah dapat jatah THR, seperti zaman sekarang. Tapi dalam catatan sejarah, sebelangsak apa pun hidup mereka, tak pernah ditemukan fakta melakukan korupsi. Ini sekaligus mematahkan tesis Soeharto bahwa orang korup karena hidup susah. Padahal hidup mesu budi alias asketik itu soal pilihan. Apalagi jadi pemimpin. Menderita itu keniscayaan, seperti kata Mr. Kasman Singodimedjo, Een leidersweg is een lijdensweg, leiden is lijden. Jalan seorang pemimpin adalah jalan penderitaan, memimpin adalah menderita.
Tapi sekarang siapa yang sanggup hidup menderita? Apalagi dalam waktu yang lama. Soal waktu memang soal relatif. Bisa lama bisa sebentar. Itulah sebabnya kenapa yang penting dalam hidup ini bukanlah soal uang tapi semata soal waktu. Seperti pribahasa Inggris Time is Money, waktu adalah uang. Masalahnya: ada waktunya kita punya uang, ada waktunya kita bokek. Tapi persoalannya, kita sering bokek dalam waktu yang berkepanjangan. Tak mengapa, yang penting kita sambut lebaran, waktunya bermaaf-maafan. Asal jangan buat memaafkan koruptor. Wassalam.
(Historia - Bonnie Triyana)
https://id.berita.yahoo.com/thr,-waktu,-dan-uang-052957501.html

Agen Pemain Bagian dari Hiburan di Sepak Bola Modern

Ditulis oleh: Sirajudin Hasbi

Berakhirnya musim bukan berarti berita sepak bola bakal sepi. Inilah saat ketika kita dihibur dengan berita dan rumor transfer pemain. Siapa bintang yang akan datang ke klub kesayangan? Dan siapa bintang yang harus kita relakan pergi?

Bicara mengenai transfer pemain tak bisa dilepaskan dari sepak terjang agen pemain, yang punya peran penting tapi sering menyebalkan. Mereka adalah orang paling sibuk setiap jendela transfer dibuka. Ketika musim berakhir (1 Juni – 31 Agustus) serta jeda musim dingin (1-31 Januari).

Agen pemain bertugas membantu atlet sepak bola dalam berbagai hal: negosiasi dengan klub, perihal kontrak, dan memasarkan pemain agar lebih laku. Tidak hanya itu, agen juga bertugas menata karir, memberi rekomendasi pilihan, mengatur pencitraan, keuangan, investasi dan pembayaran pajak.  

Persoalan keuangan itu penting agar si pemain tidak jatuh bangkrut di masa depan atau terganjal pajak. Terutama di Eropa, pajak adalah hal serius. Telat membayar pajak atau ada indikasi penggelapan pajak bisa berurusan dengan pengadilan, seperti Harry Redknapp beberapa waktu lalu.

Dengan tugas begitu banyak, seorang agen mendapat bayaran yang layak. Komisinya berkisar 4-10 persen dari kontrak yang diperoleh. Waktu kerja utama memang hanya saat dua kali jendela transfer, tetapi sejatinya mereka bekerja sepanjang tahun karena urusan pemasaran dan keuangan tidak mengenal hari libur.

Sejak 2001, lisensi untuk menjadi seorang agen bisa diperoleh dari asosiasi sepak bola masing-masing negara, tidak lagi dari FIFA. Saat ini ada 5.187 agen sepak bola berlisensi nasional, menurut FIFA. Agen pemain ini bisa berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari ayah, ibu, saudara, maupun mitra bisnis semata.

John Arne Riise, pesepakbola dari Norwegia, memilih ibunya sendiri sebagai agen sejak ia bergabung dengan AS Monaco. Tapi hubungan profesional itu berakhir pada tahun 2001 lantaran Riise tidak tahan dengan sebutan “anak mami” yang disematkan media.

Menjadi agen pemain adalah salah satu alternatif profesi bagi pesepakbola di masa tua. Contohnya seperti Martin Dahlin (mantan pemain nasional Swedia), serta Daniel Fonseca (mantan pemain Juventus dan timnas Uruguay). 

Dalam bertugas, agen punya dua musuh: media massa dan istri/pacar pemain. Agen jengkel bila media terlalu cepat memberitakan transfer pemain yang bisa memengaruhi proses negosiasi. Atau, ketika media menyiarkan rumor tidak benar, sehingga menambah-nambahi pekerjaan agen yang harus meluruskan isu di media.

Sementara itu, istri/pacar adalah musuh karena mereka bisa saja mengintervensi keputusan pemain. Lihat kisah David Beckham. Selepas dari Manchester, ia selalu memilih klub yang berada di kota mode yakni Los Angeles (LA Galaxy), Milan (AC Milan) dan Paris (Paris Saint Germain). Saat yang bersamaan, Victoria Beckham memperluas pasarnya di Hollywood dan dua kota mode terbesar di dunia. Sematang apa pun rencana disusun, bisa mentah oleh pasangan.

Dua Agen Super

Dari sekian banyak agen saat ini, ada dua nama yang kerap membantu media menuliskan headline tentang kontrak besar. 

Yang pertama adalah Pinhas Zahavi, alias Pini Zahavi. Agen asal Israel yang berbasis di Inggris ini sudah tidak asing di telinga kita. Pini Zahavi merupakan agen Rio Ferdinand. Rio ditransfer dari West Ham United ke Leeds United dengan nilai 18 juta pound (Rp280 miliar). Kemudian ketika Manchester United menariknya dari Leeds United, banderolnya mencapai 29 juta pound — pemain termahal Inggris kala itu.

Zahavi, 68, awalnya merupakan wartawan olahraga. Ia pertama kali mentransfer Avi Cohen, bek Maccabi Haifa ke Liverpool dengan nilai 200 ribu pound pada tahun 1979. Sejak itu namanya dikenal oleh manajer-manajer klub Inggris. Pini Zahavi juga mengotaki transfer senilai 28,1 juta pound Juan Sebastian Veron dari Lazio ke Manchester United.

Zahavi kini menjadi agen kesayangan Roman Abramovich untuk memperkuat Chelsea. Kekayaannya kini ditaksir tak kurang dari 50 juta pound.

Nama kedua adalah Jorge Paulo Agustinho Mendes atau yang lebih dikenal dengan nama Jorge Mendes. Dia merupakan agen pemain termahal dunia, Cristiano Ronaldo dan juga Jose Mourinho. Agen super kelahiran Lisabon, 7 Agustus 1966 ini awalnya berprofesi sebagai pesepakbola profesional kemudian menjadi DJ dan pemilik klub malam di Caminha. 

Profesinya diawali ketika pada tahun 1996 bertemu dengan Nuno Espirito Santo, kiper Vitoria Guimaraes. Mendes melakukan negosiasi dengan Deportivo La Coruna. Transfer tersebut akhirnya sukses, dirinya pun kemudian secara perlahan pindah ke bisnis agen pemain.

Selain Ronaldo dan Mourinho, Mendes juga menjadi agen pemain Real Madrid lainnya, Pepe, Angel Di Maria, Fabio Coentrao dan Ricardo Carvalho.

Dia juga menjadi agen tiga bintang Atletico Madrid, Tiago, Diego Costa, dan Radamel Falcao. Walaupun tinggal di Lisabon, Mendes bisa mengatur apa yang terjadi di Madrid.

Saat membantu Manchester United mendapatkan Cristiano Ronaldo, Mendes mendapat 1,2 juta pound dari total 12 juta pound nilai transfer ke Sporting Lisbon. Saat Ronaldo ditransfer 81 juta pound pada 2009, Mendes pun memperoleh 10 persen. Tidak heran jika GestiFute, agensi milik Mendes, setiap tahunnya memperoleh pendapatan kotor $200 juta.

Pekerjaan menjadi seorang agen mungkin terkesan sederhana, untuk merepresentasikan si pemain ketika bernegosiasi. Tapi sejatinya amat sulit dan proses pekerjaannya pun berliku. Saat liga sedang libur seperti saat ini, sepak terjang mereka menjadi hiburan tersendiri.

https://id.olahraga.yahoo.com/blogs/arena/agen-pemain-bagian-dari-hiburan-di-sepak-bola-modern-082906217.html