Sikap Atasan Yang Paling Tidak Disukai Bawahannya
So now you’re a boss. Anda adalah atasan yang memiliki
beberapa ataupun banyak bawahan. Jangan dikira Anda tidak perlu
berusaha, jangan dikira hanya bawahan yang ingin disukai atasannya.
Berikut ini adalah 5 hal yang paling tidak disukai dari seorang bos,
menurut Dadang Kadarusman, seorang trainer Natural Intelligence.
1. Sok kuasa. Setinggi apapun jabatan seseorang, jika hal itu
hanya menyebabkannya sok kuasa maka dia hanya akan mendapatkan cemoohan
‘tidak terdengar’ dari orang-orang yang dipimpinnya. Mengapa? Karena
tidak ada satupun manusia di muka bumi ini yang menyukai orang-orang sok
kuasa. Oleh para ‘licker’ sikap sok kuasa atasan bisa dimanfaatkan
untuk kepentingan mereka sendiri, sehingga akan memperburuk suasana.
Mereka yang pandai mencari muka atasan berebut untuk mendekat, sedangkan
mereka yang benar-benar professional akan semakin tersisih. Atasan yang
sok kuasa, jarang yang mampu untuk membangun kinerja team secara
optimal.
2. Tidak sejalan antara kata dan perbuatan. Apa yang bisa
dipegang dari seorang manusia selain kata-katanya? Maka setiap kata yang
diucapkan oleh seorang atasan adalah jaminan dari perilaku dan
tindakannya. Sikap plin-plan, sangat membingungkan bawahan. Kebiasaan
untuk ‘menelan ludah sendiri’, menyebabkan hilangnya kepercayaan dari
bawahan. Menyuruh bawahan berdisiplin sedangkan dirinya sendiri
bertindak sesuka hati, sangat menyebalkan bagi bawahan.
3. Melempar tanggungjawab kepada bawahan. Fungsi atasan adalah
untuk memastikan bahwa setiap orang yang ada dalam unit kerja yang
dipimpinnya dapat menjalankan perannya masing-masing dengan
sebaik-baiknya. Jika hasilnya tidak sesuai harapan, maka kewajiban
atasan untuk mengambil tanggungjawab; lalu mengambil langkah-langkah
perbaikan. Selain menandakan ketidakmampuan dalam memimpin, melempar
tanggungjawab juga sangat melukai perasaan bawahan. Makanya, atasan yang
seperti itu sangat dibenci oleh bawahan.
4. Mengklaim keberhasilan team sebagai prestasi pribadinya.
Tidak ada prestasi tinggi yang kita buat sendirian. Pasti ada kontribusi
orang lain dalam setiap pencapaian tinggi yang kita raih. Apalagi jika
kita berada pada posisi yang tinggi; pastilah orang-orang yang kita
pimpin lebih banyak bekerja daripada kita. Memang benar, ada kontribusi
kepemimpinan kita yang menyebabkan mereka bekerja dengan baik. Namun,
kepemimpinan sama sekali tidak memiliki makna tanpa mereka yang kita
pimpin. Jadi, mengklaim pencapaian team seolah-olah prestasi atasan
semata sungguh berlawanan dengan logika maupun hati nurani.
5. Sering menghilang, pada saat seharusnya berada di tempat.
Memang benar, kinerja bagus bawahan tanpa kehadiran atasan menunjukkan
efektivitas kepemimpinan. Tetapi, jika atasan sering menghilang pada
saat seharusnya mereka ada; memperlihatkan adanya masalah dalam
kepemimpinan. Jika berada di luar kantor pada jam kerja, maka seharusnya
itu untuk urusan dan kepentingan kantor juga. Berada dimanapun tetap
tepat, jika seorang atasan focus kepada tugas-tugas yang harus
diembannya sebagai seorang pemimpin.
Jangan khawatir apabila Anda belum menjadi pemimpin yang sempurna.
Menurut Dadang Kadarusman, kematangan kepemimpinan seseorang bukanlah
status yang statis, melainkan sebuah proses dinamis yang berjalan dari
waktu ke waktu. Satu hal yang berlaku secara universal; atasan yang baik
itu, pasti dihormati dan disegani oleh bawahannya.
sumber : http://konsultankarir.com/2011/05/24/artikel/sikap-atasan-yang-paling-tidak-disukai-bawahannya/
No comments:
Post a Comment