Tipe Jabat Tangan Anda
(gambar: www.gettyimage.co.uk)
Hellen Keller, penulis
dunia ini mungkin tidak bisa mengenali warna dasi atau lengkungan bibir
seseorang yang membentuk senyum hangat. Namun tidak berarti ia tidak
mampu merasakan hangatnya sapa dan senyum seseorang, melalui jabat
tangan, “I can feel the twinkle of his eye in his handshake.”
Sehebat itukah jabat tangan? Tidak sekedar pembuka atau penutup pertemuan tetapi juga semacam penghantar halus diri seseorang. Jika
Hellen Keller mampu merasakan binar mata seseorang, apakah berarti ia
pun merasakan kerutan tak menyenangkan di wajah seseorang, kecemasan,
keraguan juga dominasi atas orang lain? Berikut adalah tipe jabat tangan yang mungkin pernah Anda temui atau milik Anda.
The Vise Grip Handshake. Jabat
tangan ini menunjukkan kepercayaan diri dan egaliter kedua pihak.
Secara teknis, tipe ini dilakukan oleh dua orang yang saling berhadapan,
di mana masing-masing telapak tangan saling bertautan dengan sempurna
dan hangat. Telapak tangan Anda dan lawan saling menggenggam sehingga
ujung semua jemari dan ibu jari ada di sisi luar telapak lawan. Inilah
jabat tangan idaman semua orang.
The Cold Fish Handshake. Jabat
tangan jenis ini yang sering mencemaskan, meski seringkali tidak
disadari oleh pelaku karena telah menjadi kebiasaan. Mengapa disebut
ikan beku, karena telapak tangan kita seolah menerima
seekor ikan yang tergeletak begitu saja. Ketika berjabatan, telapak
tangan tidak saling bertaut melainkan salah satunya menggantung dan
membuat lawan seakan mendapatkan paket ikan mati yang akan terjatuh jika
tidak segera digenggam.
The Bone Crusher. Jabat tangan
ini juga tidak kalah mengerikan. Seseorang dengan kepercayaan diri
berlebih dan ingin mendominasi. Biasanya di awal gerakan dan posisi
telapak tangan mirip dengan jenis The Vise Grip Handshake namun ia akan meremas dengan kuat seperti alat pemecah kenari. Sayangnya, karena jabat tangan merupakan kebiasaan, seringkali ia tidak menyadarinya. Jika
Anda sedang berjabat tangan dan lawan Anda mengernyit kesakitan, segera
lepaskan dan meminta maaf. Tidak ada salahnya berlatih dengan teman
untuk memastikan kita tidak menjadi si ‘penghancur tulang’ saat berjabat
tangan.
The Water Pump. Jika
biasanya gerakan mengayunkan telapak tangan saat berjabat tangan
berlangsung 2-3 kali, tipe ini bisa lebih dari 5 kali yakni 7-10 kali,
tentu tanpa menyadari atau sengaja. Anda atau lawan Anda akan dengan
cepat mengayunkan telapak tangan yang bertaut dan saling mengucap salam
atau sapaan sederhana. Amati lawan Anda apakah mulai muncul pandangan
heran dan senyum canggung, bisa jadi Anda menjadi ‘pompa air’.
The Socket Wrench. Jabat
tangan ini mirip dengan tipe pompa air, namun dengan arah berbeda yakni
ke depan belakang. Telapak tangan Anda akan ditarik ke ‘wilayah’ lawan
kemudian kembali ke ‘wiayah’ Anda. Seseorang dengan tipe
jabat tangan ini memainkan dominasi atau kekuasaan secara psikologis
untuk menciptakan keseimbangan. Tentu bukan jenis jabat tangan favorit
karena bisa menjadi kejutan yang tidak enak.
The Finger Grab. Jabat
tangan ini bisa terjadi secara tidak sengaja ketika seseorang tiba-tiba
menjabat tangan Anda tanpa terjadi pertautan yang sempurna. Bukan hanya
telapak, melainkan semua jari Anda seperti terperangkap dalam satu
genggaman dan ayunan. Sekali lagi, ini juga bukan jabat tangan yang
menarik atau nyaman.
Pertanyaan selanjutnya, bagaimana kita
mengenali jenis jabat tangan kita? Mengapa selama ini tidak ada yang
memberitahu kalau jabat tangan kita seperti ikan beku/mati, atau pompa
air, atau bahkan peremuk tulang? Secara formal, kita biasanya baru mulai
memikirkan tentang jabat tangan ketika mulai memasuki dunia kerja,
tepatnya mendapat panggilan interview. Karena itu, cobalah untuk
berlatih dengan teman untuk mengetahui tipe jabat tangan kita. Apakah
membuat tidak nyaman, atau tidak. Tips lain, saat berjabat tangan,
jangan lupa untuk tetap melakukan kontak mata dan menyebutkan nama jelas
atau menyapa dengan percaya diri namun tidak berlebihan.
Jabat
tangan juga tidak mengenal gender, siapapun dapat memulai terlebih
dahulu. Meski dalam perkembangannya di Indonesia, ada sebagian
masyarakat yang berpandangan berbeda seperti tidak melakukan jabat
tangan antar lawan jenis. Hal ini dapat dikenali dari jenis pertemuan
yang kita hadiri karena biasanya sedikit banyak akan menggambarkan pula
pihak yang hadir.
Hal lain
yang perlu diperhatikan adalah usia. Kita perlu memperlakukan mereka
yang berusia lanjut dengan lebih lembut, perhatian atau singkatnya lebih
sensitive. Hal ini terlepas dari pangkat atau jabatan yang biasanya
juga lebih tinggi. Tidak sepantasnya jika mereka mendapatkan jabat
tangan ala ‘dominan’ yang kaku dank keras. Ada kalanya mereka akan
menyambut jabat tangan kita dengan dua telapak tangan di mana telapak
tangan lain mungkin akan menepuk-nepuk, seperti seorang kakek ke cucu. Hal ini wajar saja, namun kita perlu lebih bijak jika akan menirunya karena tidak terlalu lazim dan formal.
Jabat
tangan lain yang mungkin lebih sering ditemui di kalangan eksekutif muda
yang telah akrab adalah menabrakkan dua telapak tangan. Tabrakan ini
biasanya akan dibarengi dengan tawa lebar dan sapaan akrab, mungkin juga
pelukan dan tepukan bahu. Atau kedua telapak tangan seperti saling
menggenggam dengan posisi agak vertikal yang menunjukkan antusiasme dan
semangat untuk memulai pekerjaan. Tipe ini jelas tidak berlaku untuk
pertemuan formal dengan calon klien atau kolega, meski Anda dalam dunia
kreatif misalnya.
Untuk para
pecinta pernak-pernik (perempuan maupun laki-laki), hati-hati dengan
cincin yang besar di jemari kanan. Walaupun terlihat sepele, namun model
besar yang unik atau etnik dapat ‘berbahaya’ ketika berjabat tangan.
Mungkin bukan si pemakai yang memiliki tipe jabat tangan ala pemecah
tulang, namun jika bertemu dengan tipe ini, jemari Anda bisa sakit
karena tekanan lingkaran cincin itu sendiri.
Semoga bermanfaat
Sumber:
http://konsultankarir.com/2011/06/10/saya-dan-karir/jabat-tangan/
Wesleycox (2011) Handshake etiquette. http://hubpages.com/hub/handshake-etiquette. Diunduh 10 Juni 2011
Luccioni,L.M. (2007) Got handshake? The silent communicator. http://www.psychologytoday.com/blog/the-image-professor/200912/got-handshake-the-silent-communicator. Diunduh 10 Juni 2011.
No comments:
Post a Comment